Studio IPALbelajar · simulasi · rancang

Belajar › Konsep dasar

Volume pekerjaan dan BOQ

Rujukan buku: Buku 3, Bab 8

Coba di simulasi →

Ukuran bak yang sudah dihitung bisa diubah menjadi daftar volume pekerjaan dan perkiraan biaya. Daftar ini disebut BOQ (bill of quantities). Pada tahap pra-rancangan, BOQ dipakai untuk membandingkan rangkaian dan memperkirakan anggaran, bukan untuk kontrak.

Cara aplikasi menghitung volume

Untuk setiap bak persegi dengan ukuran dalam P x L dan tinggi dinding H (tinggi air + jagaan), tebal dinding t, tebal lantai t_l, dan tebal tutup t_u:

P_luar     = P + 2t ;  L_luar = L + 2t
Beton      = P_luar x L_luar x t_l              (lantai)
           + 2 x (P + L + 2t) x H x t            (dinding)
           + P_luar x L_luar x t_u               (tutup, bila bertutup)
           + n_sekat x L x H x 0,12              (sekat)
Pembesian  = 110 kg x volume beton
Bekisting  = 2 x [2 x (P + L) x H] + n_sekat x 2 x L x H
Pasir urug = P_luar x L_luar x 0,10 ;  Lantai kerja = P_luar x L_luar x 0,05
Galian     = (P_luar + 0,80) x (L_luar + 0,80) x kedalaman galian
Timbunan   = galian - P_luar x L_luar x (H + t)
  • Tebal bawaan dinding dan lantai 0,20 m; dinding aerasi dan pengendap akhir 0,25 m; saringan, bak ukur, dan pengering lumpur 0,15 m. Tutup 0,10-0,12 m; aerasi, pengendap akhir, dan pengering lumpur terbuka.
  • 0,80 = ruang kerja 0,40 m di tiap sisi galian. Kedalaman galian diambil dari profil hidrolis: muka tanah tapak sampai bawah lantai kerja, minimum 0,60 m.
  • Semua volume dikalikan jumlah modul. Media dihitung dari luas x tinggi media; lahan basah menambah geomembran 1,2 x luas sel.

Volume pekerjaan dan BOQ

Volume pekerjaan dan BOQ adalah daftar jenis pekerjaan, satuan, volume, harga satuan, dan jumlah harga untuk membangun IPAL. BOQ yang terlalu kecil membuat anggaran tidak cukup di tengah jalan; BOQ yang terlalu besar membuat rangkaian yang sebenarnya layak tampak mahal.

BOQ di aplikasi hanya memuat pekerjaan sipil bangunan pengolahan: galian, timbunan, pasir, lantai kerja, beton bertulang, pembesian, bekisting, media, dan geomembran. Belum termasuk: pipa dan perlengkapan, pompa dan blower, panel listrik, pagar dan jalan, pekerjaan persiapan, uji kebocoran, biaya umum dan keuntungan, serta pajak.

Sebagai gambaran dari data awal Griya Asri (300 SR), biaya sipil berkisar Rp 1,9 juta/SR (R4) sampai Rp 6,8 juta/SR (R5).

Kalau muncul PERIKSA: BOQ tidak diperiksa langsung. Untuk menurunkan biaya, kurangi unit terbesar (biasanya penyumbang beton dan besi terbanyak), kurangi kedalaman galian lewat profil, atau pilih rangkaian lain. Biaya listrik dan operator R3/R4 harus dibandingkan terpisah.

Harga satuan

Harga satuan adalah harga per satu satuan pekerjaan (per m3, m2, atau kg) termasuk bahan, upah, dan alat. Harga satuan aplikasi adalah asumsi dan wajib diganti dengan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) atau analisis harga satuan (AHSP) daerah setempat yang berlaku.

Pekerjaan Satuan Harga asumsi (Rp)
Galian tanah biasa m3 135.000
Timbunan kembali dan pemadatan m3 95.000
Pasir urug tebal 10 cm m3 285.000
Lantai kerja beton K-100 m3 950.000
Beton bertulang K-250 m3 1.650.000
Pembesian BJTS-280 kg 19.500
Bekisting multipleks 12 mm m2 175.000
Media batu pecah / sarang tawon m3 395.000
Geomembran HDPE 1,0 mm m2 95.000

Harga terlalu rendah membuat anggaran kurang; terlalu tinggi membuat rangkaian tampak tidak layak. Harga media sarang tawon jauh di atas batu pecah; pilih yang sesuai spesifikasi.

Kalau muncul PERIKSA: harga satuan tidak diperiksa. Bila biaya tampak janggal, cek dahulu harga beton, besi, dan bekisting: ketiganya menyumbang sekitar empat perlima biaya sipil R1.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyajikan BOQ pra-rancangan sebagai harga perkiraan sendiri (HPS) tanpa menambah pekerjaan pipa, mekanikal-elektrikal, persiapan, dan pajak.
  • Memakai harga satuan dari daerah atau tahun lain tanpa penyesuaian.
  • Menghitung galian dari tinggi bak saja, padahal kedalaman galian mengikuti elevasi tapak.
  • Membandingkan R1 dengan R3/R4 hanya dari biaya sipil, tanpa biaya listrik dan operator selama umur layanan.

Catatan

Uraian pekerjaan galian di BOQ berbunyi "termasuk buangan dan timbunan kembali", tetapi timbunan kembali juga dihitung sebagai butir tersendiri. Periksa uraian ini sebelum dipakai agar tidak terhitung dua kali.

Studi kasus: Griya Asri, R1

Rangkaian R1 (abr-af), lahan 42 m x 18 m, tapak +7,00 m.

Pekerjaan Volume Satuan Jumlah (Rp)
Galian tanah 776,39 m3 104.812.650
Timbunan kembali 392,54 m3 37.291.300
Pasir urug 16,88 m3 4.810.800
Lantai kerja K-100 7,96 m3 7.562.000
Beton bertulang K-250 126,76 m3 209.154.000
Pembesian 13.942,9 kg 271.886.550
Bekisting 870,20 m2 152.285.000
Media filter 50,52 m3 19.955.400
Jumlah 807.757.700

Pembesian (34 persen), beton (26 persen), dan bekisting (19 persen) menyumbang 79 persen biaya. Unit penyumbang beton terbesar adalah ABR (51,00 m3, 2 modul) dan filter anaerobik (46,04 m3, 4 modul). Biaya per SR = 807.757.700 / 300 = Rp 2,69 juta/SR.

Perbandingan biaya sipil seluruh rangkaian pada data yang sama:

Rangkaian Biaya sipil (Rp) Per SR (Rp juta)
R1 ABR + filter anaerobik 807.757.700 2,69
R2 Tangki septik + filter anaerobik 1.161.790.150 3,87
R3 Biofilter aerob 704.392.600 2,35
R4 Lumpur aktif 567.274.950 1,89
R5 ABR + lahan basah 2.040.882.200 6,80

R4 termurah dari sisi sipil karena baknya dalam dan ringkas, tetapi memerlukan blower, pompa resirkulasi, listrik 24 jam, dan operator terlatih yang tidak masuk BOQ ini. R5 termahal karena media kerikil 1.802,66 m3 dan geomembran 3.601,92 m2.

Rujukan

  • Buku 3, Bab 8.
  • SNI 2398:2017 Tata cara perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan.
  • Sasse, L. (1998). DEWATS: Decentralised Wastewater Treatment in Developing Countries.