Pusat penjelasan
Setiap halaman dimulai dari prinsip umum, lalu ditutup dengan studi kasus IPAL komunal Griya Asri 300 SR. Mulailah dari Cara memakai Studio IPAL bila belum pernah memakainya.
Konsep dasar
Mengenal IPAL domestik komunalApa itu IPAL domestik komunal, bagian-bagian sistemnya, tahap pengolahan, dan lima rangkaian pengolahan yang dapat dicoba di Studio IPAL.
Debit dan beban pencemarCara menurunkan debit rata-rata, debit puncak, dan beban BOD dari jumlah sambungan rumah, pemakaian air, dan kadar pencemar.
Baku mutu dan penyisihanBaku mutu keluaran, cara menghitung mutu keluaran dari efisiensi penyisihan tiap unit, dan pengaruh suhu terhadap pengolahan biologis.
Waktu tinggal dan kriteria penentuWaktu tinggal hidrolis, waktu kontak, volume efektif, dan cara simulasi memilih kriteria penentu dari beberapa syarat ukuran unit.
Kecepatan dan beban hidrolisKecepatan aliran naik, kecepatan kisi, beban permukaan, beban ambang, dan beban hidrolis lahan basah: arti, rumus, rentang, dan tindakan bila PERIKSA.
Beban organik, F/M, dan umur lumpurBeban organik unit biologis, beban padatan pengendap akhir, perbandingan F/M, MLSS, dan umur lumpur: arti, rumus, rentang, dan tindakan bila PERIKSA.
Bentuk dan ukuran bakCara volume dan luas hasil hitungan diubah menjadi panjang, lebar, tinggi, kompartemen, dan modul bak yang bisa dibangun.
Kebutuhan oksigen dan udaraDari beban BOD ke kilogram oksigen, meter kubik udara, dan daya kempa udara (blower) pada biofilter aerob dan lumpur aktif.
Profil hidrolis dan elevasiCara muka air turun dari pipa masuk sampai badan air penerima, berapa tinggi tekan habis di tiap unit, dan kaitannya dengan air tanah.
Tata letak dan kebutuhan lahanCara aplikasi menata unit di lahan, menghitung kebutuhan lahan dan lebar terpakai, serta apa yang dilakukan bila lahan tidak cukup.
Volume pekerjaan dan BOQCara aplikasi menghitung volume galian, beton, besi, bekisting, dan media, mengalikannya dengan harga satuan, dan apa yang belum termasuk.
Unit pengolahan
Saringan kasar (bar screen)Fungsi, rumus kecepatan dan kehilangan tekan, lebar saluran, kriteria, dan studi kasus saringan kasar di hulu IPAL komunal.
Bak pengumpul / ekualisasiFungsi, rumus volume dari waktu tinggal debit puncak, kriteria, batas peran ekualisasi, dan studi kasus bak pengumpul IPAL komunal.
Bak pengendap awalPrinsip pengendapan, rumus luas dari waktu tinggal dan beban permukaan, kriteria, pemeliharaan, dan studi kasus bak pengendap awal.
Tangki septik komunalPrinsip tangki septik komunal dua ruang, rumus volume air dan ruang lumpur, interval pengurasan, kriteria, dan studi kasus R2.
Reaktor bersekat anaerobik (ABR)Prinsip ABR, tiga kriteria penentu volume (waktu tinggal, beban COD, kecepatan naik), kriteria, pemeliharaan, dan studi kasus R1.
Filter anaerobikPrinsip filter anaerobik aliran naik, rumus volume dan media, waktu tinggal rongga, kriteria, pemeliharaan, dan studi kasus R1.
Biofilter aerobBak bermedia terendam yang diberi udara; bakteri melekat pada media mengurai BOD. Rumus volume media, kebutuhan udara, kriteria, dan studi kasus.
Bak aerasi lumpur aktifBak aerasi diperpanjang: volume dari F/M dan waktu tinggal, lumpur berlebih, kebutuhan udara, kriteria, dan studi kasus Griya Asri.
Bak pengendap akhir (clarifier)Memisahkan flok atau biofilm dari air olahan; luas dari beban permukaan dan beban padatan, resirkulasi lumpur, beda pemakaian di R3 dan R4.
Lahan basah buatanLahan basah aliran bawah permukaan horizontal: luas dari laju orde-satu, beban BOD, dan beban hidrolis, syarat Darcy, jumlah sel, dan studi kasus.
Bak kontak desinfeksiBak bersekat tempat klor dari kaporit membunuh bakteri patogen: volume dari waktu kontak pada debit puncak, dosis klor, kebutuhan kaporit, studi kasus.
Bak ukur dan kontrol keluaranBak kecil berambang segitiga 90 derajat untuk mengukur debit keluaran dan mengambil sampel; rumus Thomson, tinggi air di atas ambang, jarak ambang.
Bak pengering lumpurBak berlapis pasir dan kerikil untuk mengeringkan lumpur kurasan secara bergilir: volume lumpur, luas dari tebal lapis dan siklus, jumlah bak, studi kasus.
Rangkaian pengolahan
Memilih rangkaian pengolahanKerangka keputusan memilih satu dari lima rangkaian IPAL komunal berdasarkan lahan, listrik, operator, baku mutu, dan beban kejut.
R1 - Pengendap awal + ABR + filter anaerobikRangkaian anaerobik tanpa listrik khas DEWATS; murah dioperasikan, memenuhi baku mutu domestik, butuh lahan sedang.
R2 - Tangki septik komunal + filter anaerobikRangkaian paling sederhana dan dikenal tukang; volume tangki besar karena ruang lumpur, dan BOD keluarannya melampaui baku mutu.
R3 - Pengendap awal + biofilter aerob + pengendap akhirRangkaian biakan melekat beraerasi; keluaran jernih di lahan kecil, tetapi blower harus menyala terus dan dasar bak bisa di bawah muka air tanah.
R4 - Lumpur aktif paketLumpur aktif aerasi diperpanjang; paling hemat lahan dan stabil, tetapi biaya listrik dan kebutuhan operator paling tinggi.
R5 - ABR + lahan basah buatanABR diikuti lahan basah aliran bawah permukaan; tanpa listrik dan menghasilkan ruang hijau, tetapi butuh lahan paling luas.